MINANGKABAU “ADAIK BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH”
MINANGKABAU "ADAIK BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH"
Diterbitkan : Fri, 14 March 2025
Penulis : Sri Rahma Yulia

Minangkabau (disingkat Minang) (Jawi: ميناڠكاباو) merupakan kelompok etnik di Indonesia bagian dari rumpun Austronesia yang berasal dari Dataran Tinggi Minangkabau, Sumatera Barat. Saat ini, persebaran etnik Minangkabau meliputi seluruh daratan Sumatera Barat, separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pantai barat Sumatera Utara, pantai barat daya Aceh dan Negeri Sembilan di Malaysia. Minangkabau merujuk pada entitas kultural dan geografis yang ditandai dengan penggunaan bahasa, adat yang menganut sistem kekerabatan matrilineal dan identitas agama Islam

1. Sistem Kekerabatan Matrilineal

  • Garis keturunan ditarik dari pihak ibu.
  • Harta pusaka turun dari ibu ke anak perempuan.
  • Namun, peran pemimpin adat (penghulu) tetap dijalankan oleh laki-laki dari garis ibu.

2. Filosofi Hidup: “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”

  • Artinya: adat berdasar syariat Islam, dan syariat berdasar Al-Qur’an.
  • Menunjukkan bahwa adat Minang sangat selaras dengan ajaran Islam.

3. Rumah Gadang

  • Rumah tradisional berbentuk besar, beratap melengkung seperti tanduk kerbau.
  • Dihuni oleh keluarga besar dari garis ibu.
  • Lambang persatuan keluarga dan status sosial.

4. Upacara dan Adat Istiadat

  • Banyak ritual adat yang terstruktur, seperti:
    • Baralek (pesta pernikahan)
    • Batagak Panghulu (pengangkatan kepala adat)
    • Turun Mandi (upacara bayi baru lahir)

5. Rantau dan Merantau

  • Merantau adalah tradisi penting bagi pria Minangkabau untuk mencari ilmu, pengalaman, atau penghidupan di luar kampung halaman.
  • Didorong oleh filosofi hidup: “Karatau madang di hulu, babuah babungo balun; marantau bujang dahulu, di kampuang paguno balun”.

6. Seni dan Sastra

  • Kuat dalam sastra lisan, seperti pepatah petitih, pantun, dan kaba.
  • Musik tradisional: Saluang, Rabab, dan Gandang Tambua.
  • Tari tradisional: Tari Piring, Tari Pasambahan.

7. Makanan Khas

  • Musyawarah dan mufakat dalam pengambilan keputusan adat.
  • Hormat kepada orang tua dan penghulu adat.
  • Toleransi tinggi, tetapi tetap menjaga nilai-nilai adat.
Berita

Artikel Lainnya

Ujian Pendidikan Kesetaraan Tahun...
Mari kita simak video berikut ini : Dalam rangka persiapan kelulusan peserta didik pada program pendidikan kesetaraan, penting...
Sun, 6 April 2025 | 11:45
Menelisik Penilaian dalam Program...
Program Paket C hadir sebagai alternatif pendidikan kesetaraan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) bagi mereka yang memiliki beragam...
Sun, 6 April 2025 | 10:14
Membedah Penilaian dalam Program...
Program Paket B hadir sebagai jembatan pendidikan kesetaraan bagi mereka yang tidak berkesempatan menyelesaikan pendidikan formal setingkat Sekolah...
Sun, 6 April 2025 | 10:12
Memahami Penilaian dalam Program...
Program Paket A merupakan jalur pendidikan kesetaraan yang memberikan kesempatan bagi anak-anak dan remaja yang putus sekolah atau...
Sun, 6 April 2025 | 10:10